Lasmiyati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Jadilah Orang Tua Zaman Now

Jadilah Orang Tua Zaman Now

Tugas orang tua adalah mengantarkan anak ke masa depan yang diharapkan. Di antaranya dengan membekali anak-anaknya dengan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, agar menjadi manusia yang mandiri, berguna untuk dirinya, maupun untuk orang lain. Selain itu, dengan menerapkan pola asuh yang ideal untuk tumbuh kembangnya. Hal ini ringan diucapkan namun tidak mudah untuk dilakukan. Begitu kompleks hal yang mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Di era teknologi informasi semakin canggih ini, hal yang sudah lazim bila dalam sebuah keluarga, masing-masing anggota keluarganya memiliki handphone. Handphone sudah menjadi kebutuhan pokok. Manfaatnya sudah jelas untuk saling berkomunikasi dan mendekatkan yang jauh. Namun selain itu dapat menciptakan jarak keharmonisan juga mengurangi atau bahkan menghapus intensitas kebersamaan dalam keluarga.

Harapan setiap keluarga pasti menginginkan keharmonisan. Hal ini akan terwujud bila setiap anggota keluarganya sepakat untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan. Oleh karena itu, usahakan jangan ada ruang-ruang frivasi di HP masing-masing. Intinya, HP yang ada boleh siapa pun menggunakan. Bila perlu semua HP yang ada di keluarga itu daftar kontaknya sama. Dalam keluarga harus saling terbuka, saling percaya, dan tidak ada rahasia. Akun yang dimiliki anggota keluarga harus bisa dibuka aksesnya oleh anggota keluarga lainnya. Dengan adanya keterbukaan pasti akan meminimalisir problem yang sering muncul dari adanya HP, misalnya perselingkuhan, salah berteman di media sosial, membuka situs-situs terlarang dan lain-lain.

Untuk menerapkan keterbukaan di dalam anggota keluarga, orang tua harus mencontohkan terlebih dahulu. Orang tua harus menjadi cermin yang dapat dilihat oleh anak-anaknya. Sesibuk apa pun, usahakan untuk menyediakan waktu untuk saling bertukar cerita, berbagi keluhan, dan bercengkerama. Ciptakan kebersamaan dalam dunia yang sama, jangan bersama tapi asyik dengan dunianya sendiri-sendiri. Hal yang demikian akan memberikan ketenangan pada anak-anak dan dengan sendirinya membentuk karakternya.

Anak-anak sekarang pikirannya lebih cepat berkembang, cenderung cepat dewasa. Hal ini, karena banyak faktor yang mempengaruhi terutama kecanggihan teknologi informasi. Oleh karena itu, orang tua harus bijaksana dalam membentengi anak-anaknya, tanpa harus mendikte setiap aktifitas dan keinginannya. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Memberikan jadwal atau mendampingi saat anak menonton TV, terutama mereka yang masih di bawah umur. Pastikan yang mereka tonton memberikan tuntunan yang baik. Pelarangan menonton TV kadang justru menjadikan seorang anak menjadi kerdil dan tidak responsif. Kita harus bijaksana, anak tetap membutuhkan hiburan. Harus di ingat acara di TV pun ada yang positif dan dapat merangsang emosionalnya.

2. Tumbuhkan rasa percaya anak. Apa pun yang diperoleh anak harus diapresiasi, buat anak bangga. Bila anak gagal atau belum sesuai dengan yang diharapkan, tetap beri semangat dan katakan itu hal yang biasa. Setiap orang pernah mengalami.

3. Kembalikan fungsi HP ke asalnya, yaitu sebagai alat telekomunikasi, artinya hanya untuk berhubungan dengan orang yang jaraknya jauh dan sifatnya juga urgen. Contohkan pada anak-anak, untuk apa dan kapan menggunakan HP. Jangan hanya karena tersedianya aplikasi atau fitur-fitur canggih lalu melupakan dunia sekelilingnya. Tanamkan tradisi di rumah, HP adalah alat, bukan sahabat apalagi obat. Jangan biarkan anak lebih dekat dengan HPnya daripada dengan orang tuanya.

4. Berusaha menyelami anak, terutama yang mulai tumbuh remaja. Mereka sedang mencari jati dirinya. Jangan cepat memvonisnya salah, walaupun itu memang salah.

Beri kesempatan padanya untuk menemukan kebenaran. Adakalanya kita hanya harus menjadi pengawas dan bersabar hati. Karena setiap anak pasti memiliki alasan dan pembenaran sendiri untuk setiap perbuatannya. Berusaha untuk berada pada posisinya dan sudut pandangnya akan lebih bijaksana, sehingga mereka merasa diakui keberadaannya. Perlakuan keras hanya akan semakin mengeraskan hatinya, dan bila dipaksakan terus bisa menghancurkan empatinya.

5. Demikian juga untuk menghadapi anak yang mulai mengenal cinta. Berusahalah untuk menjadi teman terdekatnya. Remaja yang baru mulai mengagumi atau mencintai lawan jenisnya, sebenarnya ingin bicara banyak terhadap orang terdekatnya. Jadilah pendengar yang baik. Jangan menilai tanpa diminta. Bila si anak memiliki kekaguman pada seseorang, jangan berusaha untuk menghilangkannya dengan membeberkan kekurangannya. Pengawasan melekat yang harus dilakukan adalah selalu memantau si anak bukan selalu mengoreksinya. Ingatlah, pacar anak belum tentu akan menjadi pendamping hidupnya kelak, maka jangan terlalu paranoid dan protektif. Hargai pendapat anak, maka pendapatmu akan didengarkan. Anak yang tumbuh dalam keluarga yang saling menghargai, akan tumbuh sebagai pribadi yang memiliki toleransi tinggi pula.

Menghadapi anak zaman now, orang tua juga harus memiliki pola pikir kekinian. Zaman sudah berubah, perkembangan terus melaju. Janganlah kita terpaku untuk hanya mewariskan apa yang kita terima dulu dari orang tua kita. Memang kodrat anak harus mematuhi orang tua, tapi kepatuhan seorang anak bukan selalu mengiyakan perkataan orang tuanya, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bijaksana dan dipatuhi oleh penerusnya kelak. Semoga kita menjadi orang tua yang menghargai anak dan dihargai anak, sehingga kehidupan kita menjadi berharga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Amin, tentu sikap bijak jadi solusinya

29 Sep
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali